Bahananews.id – Fakta baru terungkap dalam kasus tragis peracunan satu keluarga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelaku berinisial S (22) ternyata sengaja berpura-pura lemas untuk mengelabui petugas saat pertama kali ditemukan di lokasi kejadian.
Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar. Ia menyebut kondisi lemah yang diperlihatkan pelaku hanyalah bagian dari upaya membangun alibi.
Pelaku Tidak Mengalami Keracunan dan Tidak Alami Gangguan Jiwa
Menurut Onkoseno, hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada zat beracun di dalam tubuh S. Meski sempat dibawa ke rumah sakit karena terlihat lemah dan terdapat luka melepuh di beberapa bagian tubuhnya, kondisi tersebut tidak berkaitan dengan paparan racun.
Selain itu, pemeriksaan psikologis juga telah dilakukan terhadap tersangka.
Hasil Psikiater: Pelaku Dalam Kondisi Mental Normal
Berdasarkan visum et repertum psikiatrikum, S dinyatakan tidak memiliki gangguan kejiwaan berat. Artinya, aksi tersebut dilakukan dalam keadaan sadar dan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Ibu dan Dua Adik Tewas dengan Kondisi Mulut Berbusa
Sementara itu, tiga anggota keluarga lainnya ditemukan meninggal dunia di rumah mereka di Jalan Warakas VIII. Korban terdiri dari sang ibu berinisial SS (50), kakak perempuan AF (27), dan adik bungsu AD (14).
Petugas mendapati ketiganya dalam kondisi mengenaskan, dengan tanda-tanda keracunan seperti mulut berbusa.
Dokter forensik RS Polri Kramat Jati mengungkap tidak ditemukan bekas kekerasan fisik. Namun pemeriksaan organ dalam memperlihatkan pembusukan otak, pendarahan paru-paru, serta perubahan warna pada lambung.
Racun Tikus Diduga Jadi Penyebab Kematian
Saat lambung korban dibuka, ditemukan cairan kecokelatan berbau menyengat. Temuan ini memperkuat dugaan adanya zat berbahaya jenis zinc phosphate, yang biasa terkandung dalam racun tikus.
Kronologi Aksi Pelaku: Racun Dicampur Teh Saat Korban Terlelap
Polisi menjelaskan, S membeli racun tikus di warung sekitar rumah. Racun tersebut kemudian dicampurkan ke dalam rebusan teh.
Cairan beracun itu lalu dituangkan ke cangkir dan disuapkan langsung ke mulut para korban saat mereka tertidur.
Korban Dibuat Tak Sadarkan Diri Sebelum Diracun
Penyidik juga menemukan bahwa pelaku menjalankan aksinya dalam dua tahap. Awalnya korban dibuat tidak sadarkan diri. Setelah memastikan mereka pingsan namun belum meninggal, pelaku kembali memasukkan racun ke mulut para korban hingga akhirnya meninggal dunia.
Kasus ini kini terus didalami oleh kepolisian guna melengkapi berkas penyidikan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.
