Bahananews.id – Perayaan Idul Adha tahun 2026 menjadi momen yang tidak biasa bagi keluarga mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Sang istri, Eny Retno, harus menjalani hari raya tanpa kehadiran suaminya yang saat ini berada di Rumah Tahanan KPK.
Meski demikian, Eny tetap berusaha menghadirkan suasana hangat dengan datang menjenguk bersama anak-anak mereka.
Kondisi Gus Yaqut Disebut Sehat
Saat bertemu dengan wartawan usai kunjungan, Eny menyampaikan bahwa kondisi suaminya dalam keadaan baik dan sehat selama menjalani masa penahanan.
Kehadiran keluarga disebut menjadi salah satu cara untuk memberikan dukungan moral agar Yaqut tetap kuat menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.
Tempe Goreng Jadi Menu Favorit yang Dibawa ke Rutan
Dalam kunjungannya, Eny membawa beberapa makanan kesukaan sang suami. Salah satu menu yang dibawanya adalah tempe goreng, makanan sederhana yang disebut menjadi favorit Yaqut.
Selain itu, ia juga membawa sayuran, roti, dan aneka kue kering untuk dinikmati bersama saat jam besuk.
Hindari Makanan Bersantan karena GERD
Eny menjelaskan bahwa dirinya sengaja tidak membawa hidangan khas Idul Adha seperti ketupat maupun olahan daging bersantan. Hal tersebut dilakukan karena Yaqut memiliki riwayat penyakit GERD sehingga harus menjaga pola makan.
Menurutnya, sang suami tidak terlalu memilih makanan, namun tetap perlu berhati-hati agar kondisi kesehatannya tetap terjaga.
Eny Kenang Perjuangan Gus Yaqut Saat Urus Haji 2023
Dalam kesempatan tersebut, Eny juga mengenang masa ketika Yaqut masih menjabat sebagai Menteri Agama dan bertanggung jawab mengurus penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023.
Ia mengingat bagaimana suaminya bekerja keras demi melayani jemaah Indonesia, termasuk saat menghadapi persoalan banyaknya jemaah haji ilegal.
Pernah Menangis di Muzdalifah
Eny mengungkapkan bahwa Yaqut sempat menangis setelah salat di Muzdalifah karena memikirkan kondisi pelayanan jemaah haji saat itu.
Menurutnya, sang suami merasa terbebani dengan berbagai persoalan yang muncul di lapangan dan terus memikirkan cara terbaik untuk membantu para jemaah.
Keluarga Jadi Sumber Kekuatan di Tengah Proses Hukum
Bagi Eny, kunjungan ke Rutan KPK bukan sekadar melepas rindu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk saling menguatkan sebagai keluarga.
Ia mengatakan obrolan bersama suami lebih banyak membahas anak-anak dan kehidupan keluarga agar pikiran Yaqut tetap tenang.
Berharap Segera Berkumpul Kembali
Saat ini, Eny berharap proses hukum yang dijalani suaminya dapat segera selesai sehingga Yaqut bisa kembali berkumpul bersama keluarga di rumah dan menjalani kehidupan seperti biasa.
