Bahananews.id – Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menegaskan kesiapan institusinya untuk berperan aktif dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program ini bukan sekadar agenda sektoral, melainkan harus melibatkan seluruh elemen akademik di kampus.
Dalam kegiatan BGN Goes to Campus di Makassar, Jamaluddin menekankan pentingnya keterlibatan lintas fakultas agar manfaat program bisa dirasakan secara luas, baik dalam aspek gizi maupun ekonomi masyarakat.
MBG Jadi Program Strategis Nasional
Menurut Jamaluddin, MBG merupakan program besar yang perlu dimanfaatkan secara optimal oleh perguruan tinggi. Ia menyayangkan jika kampus hanya berperan sebagai pengamat tanpa kontribusi nyata.
Kolaborasi Semua Fakultas
Unhas telah menyiapkan berbagai langkah konkret untuk mendukung program ini. Beberapa di antaranya melibatkan sektor produksi pangan dari berbagai fakultas, seperti peternakan dan perikanan.
Fakultas Peternakan, misalnya, mampu menghasilkan puluhan ribu ayam setiap bulan, termasuk pengembangan ayam lokal unggulan. Sementara itu, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan siap menyuplai kebutuhan ikan untuk mendukung program MBG.
Inovasi dan Kemandirian Pangan Jadi Fokus
Selain produksi bahan pangan, kampus juga mengembangkan inovasi di bidang makanan sehat, termasuk menciptakan bahan penyedap tanpa MSG. Seluruh proses di dapur SPPG dirancang sebagai model terbaik yang dapat direplikasi di daerah lain.
Target Jadi Center of Excellence
Jamaluddin menargetkan Unhas menjadi pusat unggulan (center of excellence) MBG di kawasan Indonesia Timur. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan produk lokal dalam seluruh rantai produksi, mulai dari bahan baku hingga perlengkapan operasional.
Menurutnya, kekayaan hayati Indonesia harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan.
MBG Jadi Sarana Pembelajaran Nyata
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional bidang komunikasi publik dan investigasi, Nanik S Deyang, menyebut program MBG sebagai wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa.
Peluang Keterlibatan Mahasiswa
Ia menjelaskan bahwa seluruh fakultas memiliki peluang untuk terlibat sesuai bidang masing-masing, termasuk melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), khususnya dari sektor kesehatan.
Program ini juga bertujuan menjawab tantangan masih adanya masyarakat yang belum mendapatkan akses makanan bergizi secara layak.
Dorong Kolaborasi dan Dampak Ekonomi
Nanik menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk keterlibatan BUMN melalui program tanggung jawab sosial (CSR) dalam pembangunan fasilitas SPPG di wilayah tertinggal.
Tantangan dan Kebutuhan SDM
Selain peluang, program MBG juga menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan pasokan bahan pangan dan dominasi industri besar. Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja juga meningkat, mulai dari ahli gizi hingga tenaga sanitasi lingkungan.
Dengan dukungan fasilitas laboratorium yang dimiliki Unhas, diharapkan kampus dapat berkontribusi dalam pengawasan keamanan pangan sekaligus pengembangan bahan baku untuk program MBG.
Peran Kampus dalam Masa Depan Pangan Nasional
Melalui keterlibatan aktif perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat kemandirian pangan nasional.
