Bahananews.id – Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 173 pelaku begal dalam operasi pemberantasan kejahatan jalanan yang digelar sejak 1 hingga 22 Mei 2026. Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita delapan pucuk senjata api beserta amunisinya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imannuddin, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pengembangan untuk menelusuri asal-usul senjata api yang digunakan para pelaku.
Menurutnya, penyidik tidak ingin peredaran senjata ilegal semakin meluas dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Polisi Dalami Asal Senjata Api Pelaku
Penyidik kini fokus memburu pihak yang diduga memasok senjata kepada para pelaku begal.
Senjata Ilegal Jadi Fokus Pengembangan
Iman menjelaskan kepolisian tengah melakukan investigasi mendalam guna mengetahui jalur distribusi senjata api yang ditemukan selama operasi berlangsung.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memutus rantai peredaran senjata ilegal yang berpotensi digunakan dalam aksi kriminal lainnya.
Hampir 200 HP Pelaku Diperiksa
Selain menyita senjata api, polisi juga mengamankan hampir 200 telepon genggam milik pelaku begal dan penadah.
Digital Forensik Telusuri Dugaan Jaringan Besar
Seluruh perangkat elektronik tersebut kini diperiksa melalui laboratorium digital forensik Polri serta Direktorat Siber Polda Metro Jaya.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau skema kejahatan yang lebih besar di balik maraknya aksi begal dalam beberapa waktu terakhir.
Iman menyebut hasil analisis digital nantinya akan menjadi dasar pengembangan penyidikan jika ditemukan keterlibatan pihak lain.
Polisi Siap Kejar Aktor di Balik Kejahatan Jalanan
Polda Metro Jaya memastikan tidak akan berhenti hanya pada penangkapan pelaku lapangan.
Penadah dan Pengendali Akan Diburu
Jika ditemukan bukti adanya pihak yang mengendalikan ataupun mendukung aksi para pelaku, kepolisian menegaskan akan melakukan penindakan lebih lanjut.
Penyidik juga terus memburu penadah hasil kejahatan yang diduga menjadi bagian dari jaringan kriminal tersebut.
Operasi Satgas Pemburu Begal sendiri menjadi salah satu langkah kepolisian dalam menekan angka kriminalitas jalanan yang belakangan meresahkan warga di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
