
Bahananews.id – Sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla akhirnya kembali ke Tanah Air setelah sempat ditahan oleh tentara Israel saat membawa bantuan menuju Gaza. Kedatangan mereka di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta diwarnai kesaksian memilukan terkait perlakuan yang mereka alami selama penahanan.
Salah satu relawan asal Indonesia, Herman Budiyanto, mengaku mengalami tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi selama berada dalam pengawasan militer Israel.

Menurut Herman, proses penahanan berlangsung sejak kapal bantuan mereka dicegat di tengah laut sebelum mencapai wilayah Gaza.
Relawan Mengaku Mengalami Kekerasan Selama Penahanan
Herman menyebut sejumlah relawan dari berbagai negara mengalami kekerasan fisik yang menyebabkan luka serius. Ia mengatakan ada korban yang mengalami patah tulang rusuk, cedera pada tangan dan kaki, hingga luka di bagian wajah.
Selain dugaan penyiksaan fisik, Herman juga mengungkap adanya dugaan pelecehan terhadap beberapa relawan, baik laki-laki maupun perempuan.
Ia menggambarkan kondisi selama penahanan sangat memprihatinkan. Para relawan disebut dipaksa berjalan dengan posisi merangkak dan tidak diperbolehkan menatap aparat yang menjaga mereka.
Relawan Sebut Kondisi Penahanan Sangat Tidak Manusiawi
Dalam keterangannya, Herman mengatakan para relawan tidur di lantai tanpa fasilitas memadai seperti selimut maupun tempat istirahat yang layak. Pengalaman tersebut, menurutnya, meninggalkan trauma mendalam bagi sebagian relawan kemanusiaan yang ikut dalam misi tersebut.
Meski demikian, Herman menegaskan bahwa penderitaan yang mereka alami masih belum seberapa dibanding kondisi warga Palestina yang telah bertahun-tahun hidup di tengah konflik.
Relawan Soroti Kondisi Warga Palestina
Dengan suara bergetar dan menahan tangis, Herman menyampaikan harapannya agar kekerasan terhadap rakyat Palestina dapat segera dihentikan. Ia juga meminta perhatian dunia internasional terhadap ribuan warga Palestina yang masih berada dalam tahanan.
Dalam kesempatan itu, Abdalfatah A.K. Alsattari turut mendampingi dan memberikan dukungan moral kepada para relawan Indonesia yang baru kembali dari misi kemanusiaan tersebut.
Misi Bantuan Gaza Jadi Sorotan Dunia
Misi Global Sumud Flotilla sendiri diketahui membawa bantuan kemanusiaan berupa makanan, obat-obatan, dan kebutuhan penting lainnya untuk masyarakat Gaza. Namun sebelum mencapai tujuan, kapal mereka dihentikan oleh tentara Israel di tengah perjalanan laut.
Peristiwa ini kembali memunculkan perhatian internasional terkait situasi kemanusiaan di Gaza dan keselamatan relawan yang terlibat dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah konflik tersebut.







