Bahananews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus menjadi perbincangan publik. Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari sebagian masyarakat, namun juga menuai kritik dari sejumlah pihak.
Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Muhammad Natsir, menilai program ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama dengan mendorong aktivitas di sektor pertanian dan usaha lokal.
Program MBG Dorong Aktivitas Ekonomi Lokal
Petani Daerah Ikut Merasakan Manfaat
Menurut Muhammad Natsir, pelaksanaan program MBG memberikan efek berantai terhadap ekonomi masyarakat di berbagai wilayah. Salah satu contoh terlihat di Nusa Tenggara Timur, di mana bahan makanan untuk program tersebut banyak dipasok oleh hasil pertanian warga setempat.
Kondisi ini dinilai membantu meningkatkan pendapatan para petani karena hasil panen mereka terserap oleh kebutuhan program pemerintah.
Dengan adanya permintaan bahan pangan secara rutin, aktivitas produksi di sektor pertanian pun menjadi lebih stabil dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Program Masih Tahap Awal
Meski demikian, Natsir mengakui pelaksanaan program MBG masih memiliki sejumlah kekurangan. Hal ini dianggap wajar karena program tersebut baru berjalan sekitar satu tahun.
Ia menilai kebijakan ini masih berada pada tahap awal sehingga membutuhkan proses evaluasi dan penyesuaian agar pelaksanaannya semakin optimal.
Menurutnya, program serupa di negara lain telah berjalan dalam jangka waktu yang jauh lebih lama sehingga wajar jika Indonesia masih membutuhkan waktu untuk menyempurnakan sistemnya.
Perlu Pengawasan Ketat dalam Pelaksanaan Program
Evaluasi untuk Mencegah Masalah di Lapangan
Natsir juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dalam pelaksanaan program MBG. Pengawasan diperlukan agar distribusi makanan tetap memenuhi standar kesehatan dan tidak menimbulkan masalah bagi penerima manfaat.
Ia menilai evaluasi yang berkelanjutan harus dilakukan oleh pemerintah agar berbagai kendala yang muncul dapat segera diatasi.
Dengan langkah pengawasan yang tepat, program ini diharapkan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Bantah Isu Pemotongan Anggaran Pendidikan
Pemerintah Tetap Prioritaskan Pendidikan
Selain membahas dampak ekonomi, Natsir juga menanggapi isu yang menyebut program MBG mengurangi anggaran sektor pendidikan. Menurutnya, anggapan tersebut tidak tepat.
Ia menyatakan pemerintah tetap memberikan perhatian besar terhadap dunia pendidikan, salah satunya melalui pembangunan sekolah rakyat di berbagai wilayah Indonesia.
Diskusi Libatkan Berbagai Tokoh
Pembahasan mengenai program MBG juga melibatkan sejumlah tokoh lain, termasuk Presiden BEM Nusantara wilayah DKI Jakarta, Imran Ghifari, serta pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah.
Diskusi tersebut menyoroti berbagai aspek dari program MBG, mulai dari manfaat ekonomi hingga perlunya peningkatan pengawasan agar kebijakan ini berjalan secara efektif dan berkelanjutan.









