Bahananews.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan menjalin hubungan yang baik bersama berbagai negara dan pemimpin dunia. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI di Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut dirinya memiliki komunikasi dan hubungan yang positif dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Prabowo Sebut Hubungan dengan Pemimpin Dunia Berjalan Baik
Prabowo menilai hubungan diplomatik yang baik dengan berbagai negara merupakan bagian dari kepentingan nasional Indonesia. Menurutnya, menjalin komunikasi dengan berbagai kekuatan dunia tidak berarti Indonesia memihak salah satu pihak tertentu.
Hubungan dengan Rusia dan Amerika Serikat Tetap Terjaga
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya memiliki hubungan yang baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Di sisi lain, hubungan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga tetap berjalan dengan baik.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan berbagai kritik yang muncul terkait aktivitas diplomasi maupun kunjungan luar negeri yang dilakukannya selama menjabat sebagai kepala negara.
Indonesia Tetap Konsisten Menjalankan Politik Bebas Aktif
Prabowo menegaskan bahwa arah kebijakan luar negeri Indonesia tidak mengalami perubahan. Pemerintah tetap berpegang pada prinsip bebas aktif yang selama ini menjadi fondasi diplomasi Indonesia di kancah internasional.
Tidak Bergabung dengan Blok atau Pakta Militer
Menurut Prabowo, Indonesia memilih untuk menjalin persahabatan dengan seluruh negara tanpa terikat pada blok kekuatan tertentu maupun aliansi militer internasional.
Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari prinsip nonblok yang telah lama menjadi bagian dari identitas diplomasi Indonesia sejak masa awal kemerdekaan.
Dengan pendekatan tersebut, Indonesia berupaya menjaga hubungan yang seimbang dengan berbagai negara sekaligus memperkuat peran sebagai mitra yang terbuka bagi semua pihak.
Diplomasi Ditujukan untuk Kepentingan Nasional
Prabowo menjelaskan bahwa seluruh langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan meningkatkan posisi Indonesia di tingkat global.
Fokus pada Kepentingan Rakyat Indonesia
Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil dalam hubungan internasional selalu mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Karena itu, pemerintah akan terus membangun kerja sama dengan berbagai negara dalam bidang ekonomi, investasi, perdagangan, keamanan, hingga pembangunan nasional tanpa memandang perbedaan ideologi maupun kepentingan geopolitik.
Prabowo Pegang Prinsip Perbanyak Kawan dan Hindari Konflik
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo kembali menegaskan filosofi yang selama ini menjadi pedomannya dalam membangun hubungan internasional.
Seribu Sahabat Masih Terlalu Sedikit
Menurutnya, memperluas persahabatan antarnegara jauh lebih bermanfaat dibandingkan menciptakan permusuhan. Ia meyakini bahwa semakin banyak mitra yang dimiliki Indonesia, semakin besar pula peluang untuk memperkuat pembangunan dan kesejahteraan nasional.
Meski berbagai kritik dan perbedaan pandangan terus muncul, Prabowo menegaskan dirinya akan tetap konsisten menjalankan kebijakan yang diyakini membawa manfaat bagi bangsa dan negara.
Indonesia Perkuat Posisi di Tengah Dinamika Global
Di tengah perubahan geopolitik dunia yang terus berkembang, Indonesia berupaya mempertahankan posisinya sebagai negara yang independen dan aktif dalam mendorong kerja sama internasional.
Melalui politik luar negeri bebas aktif dan nonblok, pemerintah berharap Indonesia dapat terus menjalin hubungan harmonis dengan berbagai negara sekaligus menjaga kepentingan nasional di tengah persaingan global yang semakin kompleks.









