
Bahananews.id – Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang berada dalam misi kemanusiaan menuju Gaza tidak mengalami penculikan ataupun penyanderaan oleh militer Israel.
Menurut Sugiono, kapal yang membawa bantuan kemanusiaan tersebut dicegat karena memasuki wilayah perairan yang dibatasi oleh otoritas Israel.

Kapal Bantuan Gaza Dicegat di Wilayah Terlarang
Sugiono menjelaskan bahwa pencegatan dilakukan terhadap kapal-kapal yang berusaha mendekati wilayah Gaza melalui jalur laut.
Ia menegaskan situasi tersebut berbeda dengan kasus penculikan atau penyanderaan yang sempat ramai dibicarakan di media sosial.
Pemerintah Pastikan Kondisi WNI Terus Dipantau
Kementerian Luar Negeri Indonesia kini terus memantau perkembangan kondisi sembilan WNI yang ikut dalam pelayaran misi kemanusiaan tersebut.
Pemerintah juga memastikan langkah diplomatik terus dilakukan demi menjaga keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang berada di kapal.
Indonesia Koordinasi dengan Turki, Yordania, dan Mesir
Untuk menangani persoalan ini, Kementerian Luar Negeri menggandeng sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Sugiono mengaku telah berkomunikasi dengan kedutaan besar Indonesia di Turki, Yordania, dan Mesir guna memperoleh informasi terbaru terkait posisi dan kondisi para WNI.
Fokus Utama pada Keselamatan dan Pemulangan WNI
Pemerintah Indonesia saat ini memprioritaskan keselamatan fisik seluruh WNI yang berada dalam misi Global Sumud Flotilla.
Selain itu, Indonesia juga mendorong agar proses pemulangan atau deportasi para WNI dapat dilakukan secepat mungkin dalam kondisi aman dan sehat.
Seluruh Kapal Global Sumud Flotilla Dicegat Israel
Sebelumnya, pasukan Israel diketahui menghentikan seluruh kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla pada Selasa (19/5/2026).
Siaran langsung dari misi tersebut memperlihatkan tentara Israel naik ke kapal-kapal sambil membawa senjata, sementara para aktivis mengenakan pelampung dan mengangkat tangan mereka.
Aktivis Klaim Ada Penembakan Peluru Karet
Pihak penyelenggara misi menyebut tentara Israel melepaskan tembakan peluru karet ke arah beberapa kapal saat proses pencegatan berlangsung.
Akibat insiden tersebut, sejumlah kapal dilaporkan mengalami kerusakan.
Israel Sebut Misi Gaza Hanya Provokasi
Pemerintah Israel menilai armada bantuan tersebut lebih bersifat simbolis dan tidak benar-benar membawa bantuan dalam jumlah besar untuk Gaza.
Israel juga menyebut aksi pelayaran itu sebagai bentuk provokasi politik di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.
Global Sumud Flotilla Bawa Bantuan Kemanusiaan
Global Sumud Flotilla sendiri merupakan jaringan kemanusiaan internasional yang terdiri dari berbagai organisasi masyarakat sipil dunia.
Misi mereka bertujuan mengirimkan bantuan pangan dan obat-obatan ke Gaza dengan menembus blokade laut yang diterapkan Israel.







