Bahananews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi terus memperdalam penyidikan dugaan suap dan gratifikasi dalam perkara impor barang tiruan (KW) yang melibatkan aparatur Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Salah satu fokus penyidik adalah menelusuri kemungkinan aliran uang ke pejabat tingkat atas, termasuk Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama.
Keterangan Ketua KPK Soal Aliran Uang
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan bahwa hingga saat ini penyidik belum menemukan bukti aliran dana yang mengarah kepada Dirjen Bea dan Cukai tersebut.
Penyidik Masih Lakukan Pendalaman
Setyo menegaskan, proses penelusuran belum berhenti. KPK masih mengkaji jejak transaksi dan hubungan antar pihak dalam perkara suap serta gratifikasi impor barang KW. Pendalaman dilakukan untuk memastikan apakah ada pihak lain—termasuk di level lebih tinggi—yang turut menikmati aliran dana.
OTT Bea Cukai Februari 2026
Penangkapan dan Penetapan Tersangka
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada 4 Februari 2026 di lingkungan Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan. Dalam operasi tersebut, sejumlah pihak diamankan, termasuk pejabat wilayah Bea Cukai.
Sehari berselang, KPK menetapkan enam tersangka dari total 17 orang yang diamankan. Mereka diduga terlibat praktik suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan.
Daftar Tersangka yang Ditetapkan KPK
Pejabat Bea Cukai
Para tersangka dari unsur Bea Cukai antara lain:
-
Rizal (RZL), Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai periode 2024–Januari 2026
-
Sisprian Subiaksono (SIS), Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan
-
Orlando Hamonangan (ORL), Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea Cukai
Pihak Swasta
Selain aparatur negara, KPK juga menjerat pihak swasta, yakni:
-
John Field (JF), pemilik Blueray Cargo
-
Andri (AND), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo
-
Dedy Kurniawan (DK), Manajer Operasional Blueray Cargo
Penyidikan Masih Berlanjut
KPK memastikan pengusutan perkara ini terus berjalan. Selain memperkuat pembuktian terhadap para tersangka, penyidik juga membuka peluang untuk menetapkan pihak lain jika ditemukan bukti baru, termasuk kemungkinan adanya aliran dana ke pejabat yang lebih tinggi di struktur Bea dan Cukai.









