Bahananews.id – Banjir masih mengepung sejumlah wilayah di DKI Jakarta hingga Minggu (25/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, genangan air masih terjadi di 19 rukun tetangga (RT) dan satu ruas jalan, dengan ketinggian air yang bervariasi antara 20 hingga 140 sentimeter. Kondisi ini merupakan dampak hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1/2026).
Sebaran Lokasi Banjir di Jakarta Barat, Timur, dan Utara
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa genangan masih terjadi di beberapa wilayah dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Jakarta Barat Masih Terendam di Tiga Kelurahan
Di Jakarta Barat, banjir masih menggenangi tiga RT. Satu RT berada di Kelurahan Kembangan Selatan dengan ketinggian air sekitar 35 cm, sementara dua RT di Kelurahan Kembangan Utara terendam hingga 40 cm. Selain itu, Jalan Kembangan Raya juga belum bisa dilalui sepenuhnya karena masih tergenang air setinggi 35 cm.
Jakarta Timur Paling Parah, Ketinggian Air Capai 140 Cm
Wilayah Jakarta Timur menjadi daerah dengan dampak banjir terparah. Sebanyak 15 RT terdampak, tersebar di Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan. Di Bidara Cina, ketinggian air mencapai 140 cm, memaksa warga mengungsi ke sejumlah tempat aman. Sementara itu, genangan setinggi 110 cm juga masih terjadi di Kampung Melayu.
Jakarta Utara Masih Terdampak di Kapuk Muara
Di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Kapuk Muara masih terendam air dengan ketinggian sekitar 40 cm. Warga setempat memilih bertahan di pengungsian karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati kembali.
Ratusan Warga Mengungsi di Masjid, Sekolah, dan Balai Warga
BPBD mencatat ratusan warga terpaksa mengungsi di berbagai lokasi, mulai dari masjid, mushola, sekolah, hingga balai warga. Pengungsian terbesar berada di wilayah Rawa Buaya dan Kampung Melayu, dengan total ratusan kepala keluarga terdampak.
Upaya Penanganan Terus Dilakukan
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan, mengoordinasikan penyedotan air bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat, serta memastikan saluran air berfungsi optimal. Pemerintah daerah juga terus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Target utama pemerintah adalah mempercepat surutnya genangan agar aktivitas warga bisa kembali normal.









