Bahananews.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu mengamen bersama dua anaknya di kawasan Jalan Raya Cipayung, Depok, menarik perhatian publik di media sosial. Sosok tersebut diketahui bernama Siti Uswattun Khasanah (26), yang setiap hari berjuang mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
Di balik video yang viral tersebut, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang tidak menyerah menghadapi kerasnya kehidupan meski berada dalam keterbatasan ekonomi.
Tinggal Sederhana Bersama Suami dan Tiga Anak
Kondisi Suami Pasca Kecelakaan Jadi Alasan Utama Mengamen
Siti bersama suami dan ketiga anaknya tinggal di rumah sederhana yang berada di wilayah Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Ia mengaku telah lama bekerja di jalanan untuk membantu perekonomian keluarga.
Sebelum menjadi musisi jalanan, Siti pernah bekerja sebagai pengamen badut. Namun seiring waktu, ia memilih bernyanyi sambil memainkan gitar untuk mendapatkan penghasilan.
Menurut Siti, keputusan untuk mengamen tidak lepas dari kondisi suaminya yang mengalami gangguan kesehatan setelah kecelakaan. Akibat kondisi tersebut, sang suami belum dapat kembali bekerja secara normal seperti sebelumnya.
Mengamen Setelah Anak Pulang Sekolah
Putri Sulung Setia Menemani Sang Ibu
Setiap sore setelah pulang sekolah, putri sulungnya yang bernama Novi turut menemani sang ibu mencari nafkah. Bersama adiknya yang masih berusia dua tahun, mereka berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya sambil bernyanyi.
Siti berusaha mengatur waktu agar aktivitas mengamen tidak mengganggu pendidikan anaknya. Karena itu, kegiatan tersebut biasanya dilakukan setelah jam sekolah selesai.
Meski masih duduk di bangku sekolah dasar, Novi kerap membantu menjaga sekaligus menggendong adiknya saat menemani ibunya bekerja di jalanan.
Keluarga Jalani Hidup dengan Penuh Keikhlasan
Bagi keluarga ini, mengamen bukan sekadar mencari uang, tetapi juga bentuk perjuangan bersama untuk bertahan hidup. Siti mengungkapkan bahwa anak-anaknya tidak pernah mengeluh meski harus ikut berjalan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Dengan bermodalkan sebuah gitar, mereka menyanyikan berbagai lagu sambil berharap mendapatkan rezeki yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Penghasilan Digunakan untuk Kebutuhan Rumah Tangga dan Sekolah
Raih Pendapatan Sekitar Rp100 Ribu Per Hari
Siti menuturkan bahwa hasil mengamen yang diperoleh bersama suami biasanya mencapai sekitar Rp100 ribu setiap hari. Pendapatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anak.
Meski hidup dalam keterbatasan, Siti tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi masa depan putra-putrinya.
Novi Tetap Berprestasi di Tengah Keterbatasan
Masuk Jajaran Siswa Berprestasi di Sekolah
Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sederhana, Novi tetap menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan. Menurut sang ibu, putrinya secara konsisten berhasil masuk dalam kelompok siswa dengan nilai terbaik di sekolah.
Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi semangat belajar.
Bermimpi Punya Usaha Sendiri dan Berhenti Mengamen
Ingin Anak Fokus Menuntut Ilmu
Siti menyimpan harapan besar untuk masa depan keluarganya. Ia bercita-cita memiliki usaha mandiri agar tidak lagi bergantung pada penghasilan dari jalanan.
Dengan usaha sendiri, ia berharap anak-anaknya dapat lebih fokus menempuh pendidikan tanpa harus ikut mencari nafkah.
Sementara itu, Novi mengaku tidak pernah merasa terbebani saat membantu orang tuanya. Baginya, mendampingi sang ibu mengamen merupakan bentuk kasih sayang dan bakti kepada keluarga.
Di usia yang masih muda, Novi memiliki harapan sederhana namun menyentuh hati. Ia bercita-cita dapat membahagiakan kedua orang tuanya dan membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.









