
Bahananews.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan Indonesia membuka peluang untuk membeli minyak mentah dari Rusia guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari strategi nasional yang mengedepankan kepentingan ekonomi.
Menurut Bahlil, Indonesia tetap menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, demi menjaga pasokan energi yang stabil.

Kebutuhan Minyak Nasional Masih Tinggi
Konsumsi Melebihi Produksi
Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan minyak mentah Indonesia mencapai sekitar 300 juta barel per tahun. Sementara itu, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara penuh.
Impor Jadi Solusi Utama
Saat ini, konsumsi bahan bakar minyak nasional berada di angka sekitar 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi hanya sekitar 600 ribu barel per hari. Kondisi ini membuat Indonesia harus mengimpor sekitar 1 juta barel setiap hari.
Politik Bebas Aktif Jadi Landasan Kebijakan
Kerja Sama dengan Berbagai Negara
Bahlil menegaskan bahwa Indonesia menganut prinsip politik bebas aktif, termasuk dalam sektor ekonomi. Artinya, Indonesia bebas menjalin kerja sama dengan negara mana pun selama memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.
Selain Rusia, Indonesia juga membuka peluang kerja sama dengan negara lain seperti Nigeria dan kawasan Afrika untuk memenuhi kebutuhan energi.
Prioritaskan Keuntungan Nasional
Pemerintah akan memilih sumber energi dari berbagai negara dengan mempertimbangkan aspek keuntungan dan keberlanjutan pasokan bagi Indonesia.
Diversifikasi Sumber Energi di Tengah Ketidakpastian Global
Antisipasi Dampak Konflik Dunia
Bahlil menilai kondisi geopolitik global yang tidak stabil, khususnya konflik di Timur Tengah, menjadi alasan penting bagi Indonesia untuk tidak bergantung pada satu sumber energi saja.
Perluas Akses Cadangan Energi
Diversifikasi sumber pasokan dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Rusia Siap Dukung Infrastruktur Energi
Pembangunan Fasilitas Energi
Selain potensi pasokan minyak mentah, Rusia juga disebut siap membantu pembangunan infrastruktur energi di Indonesia guna memperkuat cadangan energi nasional.
Dukungan Pasokan LPG
Bahlil menambahkan bahwa Indonesia juga masih bergantung pada impor LPG sekitar 7 juta ton per tahun. Oleh karena itu, kerja sama internasional diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Komitmen Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pemerintah menegaskan akan terus mencari peluang kerja sama energi dengan berbagai negara untuk memastikan pasokan tetap aman dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.







