Bahananews.id – Pemantauan hilal untuk menentukan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah di Sulawesi Selatan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (17/2/2026). Kegiatan ini akan dipusatkan di Menara Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar atau Unismuh Makassar.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, mengatakan bahwa kegiatan rukyatul hilal melibatkan berbagai unsur lintas lembaga guna memastikan hasil pengamatan yang akurat dan kredibel.
Observatorium Menara Iqra Jadi Lokasi Pengamatan
Libatkan BMKG hingga Ormas Keagamaan
Ali Yafid menjelaskan, pemantauan hilal akan dilakukan di observatorium lantai 18 Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar. Sejumlah pihak turut ambil bagian, mulai dari Kanwil Kemenag Sulsel, Badan Hisab Rukyat Sulsel, BMKG Wilayah IV Makassar, Pengadilan Agama, Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan, hingga perwakilan perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan keagamaan.
Menurut Ali, keterlibatan banyak pihak menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan keakuratan proses penentuan awal bulan Ramadan.
Pengamatan Berlangsung Sore hingga Malam Hari
Rukyatul hilal di Makassar dijadwalkan berlangsung mulai pukul 16.30 hingga 19.00 Wita. Tim pemantau akan melakukan pengamatan bulan menggunakan teropong dari titik observasi yang telah disiapkan.
Hasil pengamatan tersebut nantinya akan disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan yang digelar di Jakarta pada malam hari.
Sulsel Jadi Salah Satu dari 36 Titik Pemantauan Nasional
Hasil Rukyatul Hilal Dilaporkan ke Pusat
Ali Yafid menyebutkan bahwa Sulawesi Selatan termasuk dalam 36 titik pemantauan hilal yang dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Laporan dari setiap daerah akan dikompilasi oleh Kementerian Agama RI sebelum keputusan resmi awal Ramadan diumumkan melalui sidang isbat.
“Pemerintah telah menjadwalkan rukyatul hilal pada 17 Februari, dan Sulsel melaksanakannya di Kampus Unismuh Makassar,” ujar Ali.
Lokasi Pemantauan Berpindah, Kolaborasi Tetap Dijaga
Silaturahmi Jadi Alasan Perpindahan Lokasi
Ali Yafid menambahkan, lokasi pemantauan hilal di Sulsel kerap berpindah dari tahun ke tahun. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah digelar di Apartemen Delft CPI Makassar (2025), Rooftop Gedung GTC Metro Tanjung Bunga (2022), Pantai Galesong Kabupaten Takalar (2023), hingga Pantai Padongko di Kabupaten Barru (2019).
Menurutnya, perpindahan lokasi bukan menjadi persoalan, melainkan justru bertujuan memperkuat kerja sama dan silaturahmi dengan berbagai lembaga serta organisasi masyarakat yang memiliki kapasitas dalam rukyatul hilal.
“Kami ingin komunikasi dan kolaborasi tetap terjalin dengan baik, termasuk dengan Muhammadiyah dan organisasi keagamaan lainnya,” pungkas Ali.









